Lagi cek berita online, terlihat di timeline. Lah, berbagai media Nasional memberitakan bahwa Indonesia menjadi negara paling santai di dunia, hal ini berdasarkan riset situs pemesanan akomodasi lastminute.com. Riset ini dapat dikuatkan pula dari berbagai macam meme yang bertebaran di social media begitu santuy nya masyarakat +62 ini. Huehuehue ternyata hidup santuy tidak salah-salah juga.
Hal tersebut menarik perhatian saya untuk melihat kondisi yang ada dengan kajian pengalaman dan dialog circle pertemanan saya. Hmm... beropini kek nya hidup harus seperti ini deh.
JANGAN KESERINGAN LIAT INSTASTORY IGEH
Saya pribadi punya teman, yang dulunya aktif sekali di Instagram, dan punya followers yang lumayan banyak, diwal tahun ini dia menghapus Instagram nya! Saya kaget dan saya tanya alasannya apa? Ternyata dia menjawab,
"Kebanyakan yang pamer"Dah gitu doang jawabanya. Lalu saya berfikir, melihat instastory tapi merasa ada rasa iri tanpa adanya motivasi itu bisa menggurangi kadar kebahagian. Intinya kurang-kurangin yang bisa menjadi mudarat.
BOLEH HIDUP KEK AER TAPI PUNYA PRINSIP
Waktu itu saya ada partime, di gedung dan lantai sangat tinggi sekali, saya berkenalan dengan partner kerja. Berbincang dari yang sederhana sampai obrolan membahas tentang hidup. Yap, partner kerja saya ini garis keras hidup tidak perlu repot punya perencanaan, jadi hiduplah seperti aer tapi punya prinsip,
"Yaa karena gue udah capek, dan bakal baik-baik aja kok ikutin aja alurnya"Jawaban beliau yang masih status kuliah dengan program studi Hubungan Internasional.
YANG PENTING YAKIN AMA DO'A
Bergeser ke sisi yang lebih religius, teman saya ini memang anak santri, pokoknya mantep betul kalo soal agama, membuat saya penasaran hidup dia baik-baik aja, dengan setiap pagi bangun, lalu solat subhu, dan mengajar ngaji. Lalu saya di beri nasehat:
"Ente mau apa? Ente masih ngeremehin kekayaan Allah, tinggal do'a aja mau nya apa, terus yakin, yakinlah pokoknya bakal terwujud sama Allah, jangan lupa dibarengi dengan usaha"Yowes Pak Ustad, ane tampung.
POKOKNYA KUY NONGKRONG
Grup WhatsApp ramai isi chat nya cuman "Kuy, kuy, nongkrong" Pasti ini teman saya yang benar-benar santuy sekali, akhirnya saya iya-kan maka terjadilah nongkrong di warkop kebangaan kampus dia. Cuman memesan gorengan dan kopi sachet karena
"Yang penting tuh nongkrong, dengan pembahasan yang berbobot, sambil gibah dikit, silaturahmi kek gini kan enak"Ucap teman saya yang kuliah nya udah mau semester sembilan.
Nah, dari berbagai macam pembelajaran dari teman-teman saya. Ternyata hiduplah jangan memaksa eksistensi yang tinggi pada laman online, hiduplah sesuai apa yang dikasih Tuhan, bukan dari liked social media anda. Bergerak dengan bersyukur lalu santuy, melihat ke langit, mendengar suara sekitar, lalu sambil galer dan makan pisang goreng ples minum kopi yang beli di warung samping rumah. Selamat berbahagia!


0 komentar:
Post a Comment