Nakal duls baru sukses ye kan. Kata-kata itu yang sering banget kita dengar dari teman, kerabat, atau pun sahabat kita. Pemikiran “ nakal dulu baru sukses “ sebenarnya sah-sah saja tapi kok di sini saya menganggap bahwa sebagian orang berfikir bahwa kita harus nakal dulu untuk mencapai kesuksesan. Sejak saya duduk di sekolah menengah pertama saya sangat sering mendengar teman-teman saya membicarakan tentang hal ini. Kayak yaudah Lah nakal-nakal aja dulu kalau lu udah gede nanti juga bakal sukses. Ya sebenarnya masa depan orang enggan ada yang tau entah dia akan sukses ke depannya ataupun sebaliknya.
Saya pribadi kurang setuju dengan pemikiran nakal dulu baru sukses. Ya kalau di lihat-lihat banyak kok orang yang dulunya nakal mereka sukses sekarang. Tetapi dengan pemikiran seperti ini seolah kita membiarkan diri kita untuk nakal. Saya bukan pemuda yang tidak pernah nakal, saya pernah nakal tetapi saya sadar bahwa nakal yang saya lakukan dapat merugikan orang banyak, orang tua, dan diri saya sendiri.
Ya kalau di pikir-pikir semua orang punya jalan hidupnya sendiri-sendiri. Mungkin bisa saja karena kenakalannya itu mengubah pola pikir mereka kayak “ udah Lah ya cape begini terus masa mau nakal terus-terusan “ . Tapi bagi kalian yang punya pemikiran “ nakal dulu baru sukses “ apakah yakin dengan pemikiran tersebut ?. Gini-gini maksud saya apakah nakal yang kalian lakukan sekarang tidak akan berdampak terhadap masa depan kalian nantinya ?. Saya ambil contoh misal sekarang kalian ikut tawuran antar pelajar, akibat tawuran yang kalian lakukan kalian mendapat luka yang sangat parah di bagian kepala sehingga kalian harus mengalami gegar otak yang lebih parahnya bisa mengakibatkan kematian. Apakah itu tidak akan berdampak untuk masa depan kalian nantinya ?
Penyesalan datangnya pasti di akhir.
Semua orang punya kesempatan untuk sukses. Tetapi apakah nakal menjadi satu-satunya jalan untuk menjadi sukses ? menurut saya tidak sama sekali. Selagi kita dapat menahan diri untuk tidak nakal itu lebih baik, Tidak menyusahkan orang tua dan diri sendiri tentunya.


0 komentar:
Post a Comment