Menangis Dalam Tongkrongan



Waktu itu saya terpikirkan kembali, bahwa sepertinya ada hal yang membuat saya rindu, gimana tak rindu berkumpul kembali dengan teman-teman sekolah dulu. Tidak lama, saya mencari handphone saya di kantong celana, saking nikmat dan salah lobang, lah kok saya malah galer?
Hap hap hap [suara mencari handphone] nah, akhirnya ketemu. Tidak berfikir panjang kali lebar, saya scroll mencari grup WhatsApp teman sekolah, dan;

"Assalamu alaiyku, alaiykum yeah. Assalamualaikum!"
"Kuy, kuy kita nongkrong"

Dengan cepat, sudah timbul "mengetik mengetik" respon yang sangat cepat sekali dari teman-teman yang mayoritas no lyfe. Kenapa saya sebut no lyfe? Karena memang bener-bener tidak ada kehidupan lagi selain rebahan, maen PES, atau marathon One Piece.

"Malem minggu kita nongkrong di rumah Bagus, skuy abis isya ya gengs"
"Okeh sip, jangan omdo!" Ucap semua penghuni grup

Malam Minggu...
Ketika malam itu datang
Bagaikan malam-malam biasa
Seperti malam yang 'b' aja
Ohh malam minggu
Tak pernah aku rasakan
Merasakan sebenarnya jalan dengan wanita
Malam minggu ku ngak uwuw lah
Ohh malam minggu

Puisi ini saya dedikasikan kepada diri saya sendiri dan umumnya pada teman-teman nongkrong saya nanti malam. Tak lama berselang timbul notif bunyi dring di handphone menandakan saya harus berangkat ke base camp yakni Rumah Bagus! "otw"

Selama diperjalanan penuh dengan lika-liku kemacetan yang ada, pusing sekali melihat angkot yang ngetem seenak jidat.

Wushhhh saya melaju dengan kecepatan sedang, agak takut juga untuk nyelip-nyelip kendaraan lain karena motor saya baru nganggsur Hehehe. Melewati macet nya jalan sudah selesai akan tetapi mata saya terasa sangat perih sekali, ohh ternyata banyak cabe-cabean yang naek motor bertiga.

Sampai di Rumah Bagus

Setelah hampir setengah jam akhirnya sampai juga, dan ternyata saya lagi lagi terlambat, sungguh julukan ngaret memang cocok sekali.

(Maaf saya baru lanjut tulisan nya lagi, abis dari toilet)

Kami bersedagurau, tertawa dan menangis dalam tongkrongan. Sedih sekali, ini sudah malam minggu yang keberapa kami nongkrong yang isinya batangan semuahhh! Memalukan.

Menangis, kami menangis, menangis dalam tongkrongan. 

"Elu gimana pdkt nya?"
 Jawab:
"Menangis dalam tongkrongan"

Sedih sekali kami semua jomblo [menangis]
Menangis...

Ada cerita teman saya yang fakboy tapi tetap cuman dimanfaatin doang sama gebetan nya, sedih mendengarnya, kami menangis kembali. Lain hal dengan teman saya yang satu lagi, dia tidak pernah terpikirkan soal wanita, yang hanya dia pikirkan gimana caranya menamatkan marathon One Piece. Lalu ada pula teman saya yang juga tidak mau kompromi akan cinta dan karir, hati ku berucap keras sekali idealisme nya. Nah, yang satu mulai ingin menceritakan tentang cerita cinta nya, seorang cowok yang ngak ganteng amad tapi pede nya kan maen. Dengan bangga dia teriak "Gue mah ganteng, kalo cuman cewek tinggal nunjuk doang, besok punya cewek juga gue bisa" Boleh juga nih anak! Lanjoott boy~

[menangis]
[menangis]

Pada akhirnya kami semua hanya membicarakan tentang begitu sakitnya hati ini yang tak pernah dititipkan ke wanita, ohh Tuhan, sebut ku. Kapan aku punya gebetan?

0 komentar:

Post a Comment