" Kita nanti kalo udah tua bakal bisa ngumpul kayak gini lagi gak ya ? "
Pertanyaan yang selalu ada di pikiran tapi sungkan di ucpakan di tongkrongan. Menyereput kopi sasetan yang harganya seribuan hangatnya sama dengan kopi yang kekinian. Katanya ada yang bikin berbeda ? selain harga, rasa juga pasti berbeda. Tapi rasanya kalau sudah ada di tongkrongan yang murah dan yang mahal akan terasa sama, sama " hangatnya ".
Di tengah kesibukan masing-masing untuk masa depan tiba-tiba ada yang mengingatkan " Woy ngops lah " seketika itu timbul suasana rindu yang menggebu-gebu untuk sekedar bertemu atau bertamu. Jelas rasanya terlalu egois untuk bilang " Gue sibuk, masa depan gue lebih penting dari pada sekedar nongkrong dan ngopi ". Tidak lama isi grup mulai hangat kembali, melihat tulisan " Agus sedang mengetik... " dia lalu mengirim chat yang agak menggelitik " gue otw nih bawa sesajen ( sesajen yang di maksud adalah makanan yang biasanya selalu hadir pada saat lagi nongkrong ).
Jadwal malam itu terasa akan lama. Tidak ada yang menggunakan minyak wangi ataupun bergaya edgy, ya seperti biasa mereka hanya menggunakan kaos oblong dan celana jeans panjang tidak lupa sendal jepit yang sudah menjerit karena ujungnya sudah mau putus gara-gara sudah lama tak di ganti . Duduk lesehan lalu membuka topik pembicaraan " Si ayu udah mau nikah nih dia ngirim undangan " lalu dilanjut ke topik " Gue liat kemarin si rizky gandengan sama gebentannya di pasar " sampai mengerucut ke pembahasan " Anjir dulu kita pas SMK sering nginep di rumah lu nih, makan bareng, susah bareng, kita punya angan-angan di setiap pertemuan untuk masa depan ".
Ada yang baru tersadar, ternyata selama ini ada angan-angan yang di bawa ke dalam tongkrongan. Mulai dari si Danu yang ingin bisa berenang sampai si Febri yang ingin punya pabrik layang-layang.
Sesuatu yang hanya di ucapkan lalu tersimpan di dalam memori dan rasanya sulit untuk di lupakan.
Tongkrongan wadah segala angan, Bukan sekedar omongan tapi mungkin bisa menjadi kenyataan di atas keraguaan yang di jadikan bahan bercandaan.


0 komentar:
Post a Comment