Jam menunjukan pukul 17.30 waktunya pulang dari segala rutinitas di kampus. Beranjak dari tempat duduk menuju parkiran bertemu dengan motor kesayangan. Jam 5.30 biasanya tidak terlalu macet estimasi waktu dari kampus sampai rumah 1 jam 15 menit. Memanaskan motor sebentar gas-gas sedikit biar motor kesayangan terlihat garang sambil dalam hati berkata " woy motor gua udah lunas nih cicilannya " hadeh dasar sombongnya manusia bisanya ria apa yang mereka punya tidak memikirkan kalau yang mereka miliki hanya titipan yang bisa kapan saja di ambil tanpa permisi.
Jam menunjukan pukul 18.00 ah ternyata baru sampai margonda. Lupa ada kewajiban yang harus segera di laksanakan, Azan berkumandang dari speaker masjid dan mushola. Seketika ingin melipir sebentar, ah jadi ingat ada mushola di dekat warkop sederhana di pinggir jalan margonda. Sholat maghrib selesai berniat langsung pulang kerumah tapi ada rasa rindu yang berat, bukan rindu memegang tangan mu dengan erat tapi rindu ngopi bareng bareng bersama kerbatat. Rasa ingin cepat pulang pudar ketika melihat kopi hitam di aduk secara perlahan. Memlih untuk mampir sebentar sepertinya keputusan yang benar mengingat hari ini sudah cukup sabar kayaknya mulut butuh kopi hitam di tambah gorengan yang di tebar di nampan besar.
Duduk di bangku kayu menghadap jalan kecil samping margonda. Di atas meja sudah ada kopi hitam, gorengan bakwan dan mie goreng yang senantiasa menemani di kala hari ini tidak sesuai ekspetasi. Warkop sederhana pinggir margonda seolah mengobati kenyataan yang tidak sesuai ekspetasi, sakit hati, Judul skripsi yang belum di acc sampai saat ini, serta segala ketidak pastian yang menjadi boomerang untuk diri sendiri. Tidak pernah terpikirkan tempat sesederhana ini bisa menjadi ruang merenung untuk sendiri. Memikrikan bagaimana caranya agar korupsi bisa di atasi, tembak mati pelakunya apakah bisa jadi solusi ?. Lantas apa kabar rakyat yang uangnya di makan sama tikus bajingan tak tau diri ? Rugi ? tentu sudah pasti tapi rakyat selalu penuh harap semoga ada yang bisa mengatasi masalah ini, mengatasi masalah korupsi yang terus terjadi di negara ini.
Sederhana aja gak perlu berlebihan, nyaman menjadi alasan untuk bertahan. Ketika yang sederhana lebih bermakana dari pada yang punya segalanya, Ketika sederhana bisa menjadi teman bersyukur yang tak pernah terukur, Ketika sederhana menjadi tempat yang tepat untuk segala penat. Warkop pinggir jalan margonda dan segala suasananya yang menjadi motivasi untuk menyadarkan diri.


0 komentar:
Post a Comment