Cerita di mulai ketika naruto menjadi seorang hokage di desa konohan. Sri menjadi primadona di kalangan siswa pria saat itu di sekolah. Dia cantik, manis, aku rasa di punya darah campuran Indonesia dan Pakistan. Awal masuk sekolah aku selalu berharap aku bisa menjadi pacarnya, ya angan-angan pemuda yang satu ini memang suka ketinggian tapi gak ada salahanya kan berangan-angan siapa tau kejadian. Tidak di sangka saat kelas 11 kita satu kela, ya sekolah ku mengacak kelas entah tujuannya untuk apa tapi aku rasa salah satu tujuannya biar bisa mempertemukan aku dengan Sri haha ( dasar bocah gendeng ).
Kelas 11 menjadi pengalaman terbaik dalam hidup ku, bagaimana tidak ? satu kelas dengan wanita yang ku sukai saat itu menjadi suatu hal yang menyenangkan. Sri adalah wanita sederhana, pintar, dan tentunya rajin menabung. Ya ampun Tuhan bisa gak sih Sri dijadiin jodoh ku aja ( aku sering berbicara dalam hati seperti ini ketika mencuri pandang ke Sri ). Seiring berjalannya waktu aku dan Sri mulai akrab, ya biasa aku selalu mengeluarkan jurus-jurus andalan, Sri punya humor yang sangat amat receh dia bisa tertawa cuma gara-gara melihat orang lain tidur di kelas, Ya ampun Sri senyum mu itu loh yang buat aku terbang menembus lapisan ozon.
Pada suatu waktu aku coba memberani kan diri untuk mengutarakan perasaan. Ya walaupun rasa tidak percaya diri ku 70% tapi modal 30% untuk percaya diri membuat ku nekat untuk bilang ke Sri kalo aku sayang sama dia. Di sisi lain aku tau diri bahwa Sri adalah wanita yang di sukai banyak pria tapi aku yakin gak semua pria yang suka sama dia berani mengungkapkan perasaanya ke Sri dan aku mencoba mengambil peluang itu.
" Sri aku boleh bilang sesuatu ? "
" Boleh kamu mau bilang apa ? "
" Aku udah gabung akatsuki, aaa engga engga maksud ku aku sayang kamu "
" Ha yang bener ? "
" bener kamu mau gak jadi pemimpin akatsuki ? aduh maksud ku jadi pacar aku ? "
" iya aku juga sayang sama kamu, aku mau jadi pemimpin akatsuki "
Seiring berjalannya waktu setelah kita pacaran cukup lama akhirnya Sri bilang kalau hubungan ini gak bisa di lanjutin entah karena apa aku gak tahu yang aku tahu aku masih sayang. Rasanya hancur, rasanya pengen banget nyembur diri sendiri pake kuah semur biar kenyataan yang pahit kayak gini berasa manis. Beberapa bulan berlalu rasanya masih sulit, rasanya masih sakit, rasanya masih pahit sesuah ini move on dari wanita yang bernama Sri. Aku sadar bahwa mencintai perlu konsekuensi entah itu patah hati atau di tinggal pergi. Aku sadar yang pergi mungkin saja bisa kembali tapi tidak berlaku untuk yang pernah disakiti lagi, lagi, dan lagi. Perasaan yang masih utuh harus runtuh aku gak tau yang aku butuh aku hanya ingin perasaan ku sembuh. Dan sampai saat ini aku selalu berusaha untuk move on sampe blo'on.


0 komentar:
Post a Comment