Kenangan Pohon Rindang



Kemarin bertemakan seperti apa ya? Aku binggung, mau mulai cerita darimana, yang hanya aku tahu, kau dan aku punya cerita manis yang akan selalu dikenang, sungguh bahagia sekali. Sekedar membalas dan menanyakan hal yang sebenarnya kau tak tahu, tapi mungkin takdir ini yang berkata, alam ini yang menunjuk kemana arah yang akan dituju.

Aku sekali lagi akan bilang, aku bahagia, menyisihkan waktu bersamamu, catatan-catatan yang aku tulis, bahwa aku akan mengigatmu sampai aku akan ceritakan kembali kepada keturunanku nanti, tak sabar, aku sungguh tidak sabar menceritakan ini semua!

Kepadamu, aku tahu arti perbedaan, yang sekali-sekali aku tanyakan kembali pada diri ini, apakah aku salah mengambil kesimpulan yang sederhana untuk jiwa dan raga yang sudah terhanyut olehmu? Oh tidak, semua ini kuulangi lagi, ini hanyalah takdir.

Perjalanan yang secerah langit biru, biru sekali dengan hamparan keagungan-Nya, detak jantung terasa lambat sekali, hembusan daun yang hijau dan sunyi, lalu dengan alunan pohon rindang yang bergerak ke kiri dan ke kanan, aku ingat sekali waktu itu hanya aku dan kau. Iya, aku akan mengigat kejadian itu!

Mengigat kembali kejadian dimana aku binggung, jalan mana yang akan dipilih tetapi kau hadir dan memutuskan kalimat dengan keangunanmu "Yaa lewat sana, itu jalan yang benar!".

Dan aku akan selalu disampingmu, melindungimu dan memperhatikanmu, semoga kau selalu baik-baik saja.




0 komentar:

Post a Comment